Welcome Guys,,

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Teh Hijau Atasi Obesitas

Jika Anda ingin mengurangi efek makanan berlemak yang bersarang di pinggang, Anda mungkin bisa mencoba untuk mengonsumsi teh hijau.


Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Universitas Penn State menemukan bahwa senyawa di teh herbal tersebut dapat menurunkan berat badan pada seekor tikus.


Tikus yang digunakan untuk percobaan merupakan tikus yang mengalami obesitas. Para peneliti menggunakan dua tikus yang memiliki lemak tinggi dan keduanya diberikan jumlah makanan yang sama. Tikus pertama yang diberikan asupan Epigallocatechin-3-gallate (EGCC), sebuah senyawa yang ditemukan pada teh hijau, ternyata ampuh menurunkan berat badan hingga 45% dibandingkan tikus yang lain.


Tak hanya sekedar berat badan yang turun, dari penelitian tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan 30% lipid tinja.


"Tampaknya ada dua manfaat, awalnya, EGCG membantu tubuh untuk menyerap lemak dan, kedua, meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan lemak," ujar peneliti Joshua Lambert.


Lambert juga menambahkan seseorang yang meminum secangkir teh hijau per hari akan mendapatkan asupan EGCG, tapi penelitian terbaru mengindikasikan bahwa, mengonsumsi teh hijau tidak berpengaruh pada nafsu makan, dan hanya dapat memperlambat penambahan berat badan.

Permen Itu Juga Junk Food

Siapapun pasti kenal apa itu permen. Tidak hanya merusak gigi, permen tenyata terrmasuk golongan junk food alias "makanan sampah" yang miskin akan zat gizi.

Menurut jenisnya, ada begitu banyak ragam permen. Sebut saja permen karet, permen jeli, permen empuk, permen kristal, dan masih banyak lainnya. Ada juga permen cokelat atau permen karamel yang berbahan dasar gula yang mengalami pemanasan hingga berubah warna jadi kuning kecokelatan.

Bentuknya sendiri juga tak kalah beragam, dari yang bulat, lonjong, panjang, persegi sampai bentuk-bentuk lucu menyerupai binatang atau benda kesayangan si kecil. Belum lagi coraknya yang juga amat beragam bak pelangi. Rasanya pun beragam baik itu manis, asam, rasa jahe, mint atau rasa lainnya.



Pada dasarnya kandungan kalori dalam satu butir permen cukup rendah. Sekitar 20-30 kalori. Selain kalori, permen sebetulnya sama sekali tak memiliki kandungan gizi. Padahal kelebihan kalori yang dikonsumsi akan ditumpuk dalam bentuk cadangan lemak yang menyebabkan anak kelebihan berat badan.

Sudah menjadi rahasia umum pula bila kegemukan berkaitan erat dengan penyakit kencing manis dan gangguan jantung. Jadi, kalau boleh jujur sebetulnya permen termasuk golongan junk food alias "makanan sampah" yang mis1kin akan zat gizi.

Seledri Bantu Otak Anda

Kita pasti setuju jika semakin bertambahnya usia, maka daya memori seseorang akan semakin menurun. Kini, agar Anda bisa tetap meningkatkan ketajaman otak, konsumsilah seledri yang biasanya digunakan sebagai penyedap atau hiasan hidangan.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa luteolin yang ditemukan pada sayuran tersebut efektif memperlambat penurunan kognitif pada tikus tua. Dalam penelitian itu, tikus yang diberi makanan yang diperkaya luteolin, ternyata memiliki otak yang berfungsi sama dengan tikus-tikus yang lebih muda.


Luteolin, mirip dengan quercetin, adalah sebuah flavonoid, yang bisa melawan proses penuaan pada semua sel tubuh kita, dan berhubungan dengan rendahnya risiko kanker dan penyakit jantung. Di otak, flavonoid melindungi sel dari proses penuaan dengan mengurangi peradangan.


Luteolin juga ditemukan pada kebanyakan daun-daunan lainnya, seperti peterseli, daun teh chamomile, rosemary, oregano atau yang terkenal dengan nama olive oil, wortel dan peppermint.


Sayuran yang tumbuh di dataran rendah dan tinggi ini ternyata juga mampu melawan sel kanker, karena adanya kandungan apigenin. Mengonsumsi jus seledri juga efektif meredakan sakit kepala atau migrain.

Minggu, 26 Juni 2011

Inilah Metode Diet Berbahaya

Beberapa ilmuwan dan ahli kesehatan pun berlomba-lomba menciptakan metode diet. Namun tidak semuanya aman, bahkan ada yang justru bisa membahayakan kesehatan.

Seperti dilansir dari BcLiving, berikut beberapa metode diet yang terkesan aneh dan membahayakan.

Paleolithic Diet

Metode ini diciptakan berdasarkan cara makan manusia di era Paleolithic, sekitar 2,5 juta tahun lalu sebelum diciptakannya ilmu pertanian. Kala itu, manusia hanya makan daging hewan liar, ikan, kacang-kacangan, buah dan sayuran.

Bahayanya: diet ini tidak memasukkan gandum utuh, tumbuhan polong dan produk olahan susu yang mengandung nutrisi penting untuk kesehatan tubuh.

Diet cuka apel

Cuka apel dipercaya bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi selera makan. Diet ini menyarankan pelakunya untuk minum tiga sendok teh cuka apel sebelum makan.

Bahayanya: Cuka apel mengandung asam yang sangat tinggi. Meminumnya secara terus menerus bisa melukai tenggorokan dan lambung.

Liquid diet

Diet cairan bisa menurunkan berat badan sebanyak 54 pon dalam sembilan minggu. Caranya, hanya dengan mengonsumsi cairan mulai dari kaldu, jus, bubur encer hingga minuman protein, ditambah berjalan di treadmill tiga jam sehari.

Bahayanya: Hanya mengonsumsi cairan akan membuat tubuh mengambil lemak dan jaringan tubuh sebagai energi. Bahkan organ tubuh bisa rusak karena digunakan untuk energi agar tubuh bisa beraktivitas.

Diet cacing pita

Mungkin terdengar ekstrem, diet cacing pita dilakukan dengan cara memakan daging yang mengandung telur cacing pita (yang diklaim sudah disterilkan).

Metode ini dipercaya bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Setelah mencapai berat badan yang diinginkan, harus langsung meminum anti-biotik untuk membunuh cacing tersebut.

Bahayanya:Cacing pita menyebabkan rasa sakit pada perut, diare, konstipasi bahkan iritasi pada anus.